Pendahuluan…….

Brain-computer interface (BCI) merupakan teknologi pengendalian suatu perangkat tanpa menggunakan otot, suara dan sebagainya yang melibatkan fungsi motorik. Dengan kata lain, teknologi BCI merupakan teknik pengendalian suatu perangkat memakai “pikiran”.

 

Sebuah sistem BCI terdiri dari pengukuran sinyal otak (contohnya dengan EEG: electroencephalogra m, NIRS: near-infrared spectroscopy, fMRI: functional magnetic resonance imaging, dsb), pengolahan sinyal otak tersebut untuk mendeteksi pola-pola unik yang akan diterjemahkan menjadi perintah (misalnya pola otak saat rileks, melakukan perhitungan matematis, membayangkan gerakan tangan, dsb), pengontrolan perangkat dengan perintah-perintah yang sudah terdeteksi, dan pembuatan perangkat lunak/keras yang bisa dikendalikan dengan sistem BCI

 

Selengkapnya Tentang “Brain-Computer Interface”?????

Brain Computer interface adalah perangkat eksternal yang dapat digunakan langsung untuk berkomunikasi dengan brain/otak manusia atau hewan melalui antar muka khusus (silicon Neuron)

 

Signal gelombang yang dihasilkan oleh otak di rekam oleh koponen elektrik yang disebut electrode yang ditempelkan pada posisi tertentu di kulit kepala terhubung ke perangkat Electroencephalograph (EEG) dapat diidentifikasi sebagai suatu instruksi yang harus dilakukan oleh organ-organ.

 

Electroencephalograph (EEG) adalah rekaman aktivitas listrik sepanjang kulit kepala yang dihasilkan oleh penembakan neutron dalam otak. EEG mengacu pada rekaman aktivitas spontan elektrik otak dalam waktu singkat, biasanya 20-40 menit, yang di rekam dari beberapa electrode ditempatkan pada kulit kepala.

 

Cara Penggunaan BCI ??????

Cara penggunaannya adalah dengan menempatkan elektroda pada kulit kepala dengan gel konduktif atau pasta, biasanya setelah menyiapkan daerah kulit kepala oleh abrasi cahaya untuk mengurangi impedansi karena sel-sel kulit mati.

 

Banyak system biasanya menggunakan elektroda, masing-masing yang melekat pada sebuah kabel individu. Beberapa system menggunakan topi atau jaring ke elektroda yang tertanam. Ini sangat umum ketika high density arrays dari elektroda diperlukan.

 

High-density array (biasanya melalui topi) dapat berisi sampai dengan 256 elektrida lebih atau kurang merata spasi di kulit kapala. Setiap elektroda terhubung ke satu masukan dari penguat diferensial, sebuah system umum referensi elektroda dihubungkan ke input lain dari setiap penguat diferensial. Sinyal EEG digital disimpan secara elektronik dan dapat disaring untuk menampilkan pada keperluan tertentu.

 

Pengaturan yang spesifik untuk filter high-pass dan low-passs filter adalah 0,5-1 Hz dan 35-70 Hz, masing-masing. Filter bernilai tinggi biasanya menyaring artefak lambat, seperti sinyal electrogalyanic dan artefak gerakan, sedangkan  low-pass filter menyaring artefak frekuensi tinggi seperti sinyal elektromiografi. Penyaring lekukan tambahan biasanya digunakan untuk menghapus artefak yang disebabkan oleh sembungan daya listrik.

 

Pola Gelombang?????

ü      Delta          : sd 4 Hz, frontal pada orang dewasa, posterior pada anak-anak ; gelombang amplitudo tinggi.

ü      Theta          :  4-7 Hz, ditemukan di lokasi yang tidak berkaitan dengan tugas di tangan. Telah ditemukan untuk spike dalam situasi di mana seseorang secara aktif berusaha untuk menekan respon atau tindakan.

ü      Alpha         : 8-12 Hz, dengan belakang kepala, kedua belah pihak, lebih tinggi disisi amplitude dominant. Santai, menutup mata, juga terkait dengan control inhibisi, sepertinya dengan tujuan aktivitas hambat waktu di lokasi yang berbeda di otak.

ü      Beta           : 12-30 Hz, kedua belah pihak, distribusi simetris, paling jelas frontal, gelombang amplitude rendah. Alert /bekerja, aktif, berfikir, sibuk atau cemas.

ü      Gamma      : 30-100 + Hz, somatosensori korteks

 

Peranan BCI dalam Kesehatan?????

Di era globalisasi perkembangan teknologi kesehatan pun merupakan hal yang perlu dipahami oleh para petugas kesehatan. Oleh karena itu, diharapkan BCI dapat dimanfaatkan. Di bidang kesehatan, BCI dapat digunakan untuk sarana komunikasi bagi penderita lumpuh total, untuk rehabilitasi.